Advertisement :
Bisnis

Harga Emas Hari Ini 28 November 2023, Harga Emas Lampaui US$2.000

×

Harga Emas Hari Ini 28 November 2023, Harga Emas Lampaui US$2.000

Sebarkan artikel ini

AYOBADUNG.COM – Harga Emas Hari Ini 28 November 2023, Harga Emas Lampaui US$2.000 – Harga emas global terus bersinar pada Selasa (28/11/2023), didorong oleh data terbaru penjualan rumah Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Pada pukul 10.00 WIB, harga emas spot berada di level US$2.017,45 per troy ounce, naik 0,4% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Senin (27/11/2023) menunjukkan penjualan rumah baru pada Oktober turun 5,6% month-on-month (MoM), lebih rendah dari perkiraan penurunan 4% MoM. Selain itu, data aktivitas manufaktur wilayah Dallas dilaporkan -19,9 pada November, lebih rendah dari proyeksi -17, dan bulan sebelumnya -19,2.

Penurunan data ekonomi AS tersebut semakin memperkuat ekspektasi bank sentral AS (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga lagi, bahkan ada peluang dipangkas pada Mei 2024. Hal ini membuat emas menjadi aset yang semakin menarik bagi investor sebagai safe haven.

“Rilis tersebut semakin memperkuat ekspektasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga lagi, bahkan ada peluang dipangkas pada Mei 2024,” tulis analis Monex Investindo Futures dalam risetnya.

Harga emas diyakini masih akan bertahan di atas level psikologis US$2.000. Mengutip Reuters, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, Bob Haberkorn mengatakan emas kemungkinan akan diperdagangkan level tersebut sampai pasar mendapatkan lebih banyak informasi dari The Fed mengenai rencana suku bunganya.

“Emas akan diperdagangkan lebih tinggi jika kenaikan suku bunga selesai untuk saat ini,” kata dia.

Para investor secara luas mengharapkan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga pada Desember 2023, sementara The Fed diperkirakan memiliki peluang 50-50 untuk melakukan pelonggaran pada bulan Mei tahun depan, menurut FedWatch Tool dari CME.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memiliki aset tanpa bunga, yang seringkali meningkatkan harga emas.

Perhatian investor akan tertuju pada angka PDB kuartal ketiga AS pada Rabu (29/11/2023) waktu setempat dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis pada Kamis (30/11/2023), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.

“Angka-angka ekonomi yang keluar dari AS minggu ini, baik dalam hal pertumbuhan dan inflasi, akan menentukan apakah emas akan tetap berada di atas US$2.000,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan di Capital.com.

Dapatkan Prediksi Skor Bola Setiap Harinya GRATIS!! Melalui Google News. Ikuti Ya !!