Advertisement :
Bisnis

Harga Emas Hari Ini 6 Desember 2023, Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

×

Harga Emas Hari Ini 6 Desember 2023, Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Sebarkan artikel ini

AYOBADUNG.COM – Harga Emas Hari Ini 6 Desember 2023, Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS – Harga emas dunia pada perdagangan Rabu (6/12/2023) berpotensi melemah jelang rilis data tenaga kerja AS. Data tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai jalur suku bunga AS.

Harga emas spot pada Rabu pagi (10:00 WIB) berada di level US$2.019,30 per troy ons, turun 0,47% dari posisi penutupan Selasa (5/12/2023) di US$2.029,30 per troy ons. Pelemahan harga emas pada hari ini dipicu oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) pada Rabu pagi berada di level 103,957, naik 0,2% dari posisi penutupan Selasa di 103,752.

DXY mengukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Kenaikan DXY membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Selain itu, investor juga menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang rilis data tenaga kerja AS. Data tersebut diperkirakan akan dirilis pada Jumat (8/12/2023).

“Investor menahan diri untuk tidak membuat taruhan besar menjelang data ketenagakerjaan AS yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai jalur suku bunga AS,” kata analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Data tenaga kerja AS diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan 500.000 pekerjaan pada bulan November. Angka tersebut lebih rendah dari pertumbuhan 678.000 pekerjaan pada bulan Oktober.

Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih rendah dapat mengindikasikan bahwa The Fed akan lebih lambat dalam menaikkan suku bunga. Hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi harga emas.

“Kami hanya memperkirakan harga emas akan naik selamanya menjadi $2.100 per troy ounce pada paruh kedua tahun 2024, ketika The Fed mulai menurunkan suku bunganya,” kata analis Commerzbank.

Namun, risiko geopolitik yang lebih luas juga dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Hal ini karena emas dianggap sebagai aset safe haven yang dapat melindungi nilai kekayaan dari ketidakpastian.

“Momentum yang mendorong emas jatuh dari rekor tertinggi karena ketidakpastian mengenai waktu pelonggaran moneter AS,” kata analis Monex Investindo Futures, Mochammad Irfan.

“Namun risiko geopolitik yang lebih luas akan memberikan dorongan menuju puncak baru,” imbuhnya.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, analis memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$2.000-US$2.100 per troy ons pada hari ini.

“Level US$2.000 mungkin akan menjadi titik terendah jangka pendek di bawah pasar emas,” kata Wyckoff.

Pelemahan harga emas dapat menjadi sentimen negatif bagi industri pertambangan emas di Indonesia. Hal ini karena harga jual emas yang lebih rendah akan menurunkan pendapatan perusahaan pertambangan emas.

Namun, pelemahan harga emas juga dapat menjadi sentimen positif bagi konsumen emas di Indonesia. Hal ini karena harga emas yang lebih rendah akan membuat emas menjadi lebih terjangkau.

Dapatkan Prediksi Skor Bola Setiap Harinya GRATIS!! Melalui Google News. Ikuti Ya !!