Advertisement :
Bisnis

Harga Emas Hari Ini 7 Desember 2023, Berpotensi Menguat Lagi

×

Harga Emas Hari Ini 7 Desember 2023, Berpotensi Menguat Lagi

Sebarkan artikel ini

AYOBADUNG.COM – Harga Emas Hari Ini 7 Desember 2023, Berpotensi Menguat Lagi – Harga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis (7/12/2023) setelah data tenaga kerja AS kemarin malam menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Pada perdagangan Rabu (6/12), harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$2.027,48 per ounce pada pukul 15:10 WIB. Emas berjangka AS ditutup 0,6% lebih tinggi ke level US$2.047,90.

Sekedar mengingatkan, harga emas pada Senin lalu meroket US$73 ke US$2.145,28 per troy ons yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Tetapi setelahnya malah berbalik turun hingga menyentuh level terendah harian US$2.020,11 per troy ons.

Tim Analis Monex Investindo Futures menyebut, rilis data dari Amerika Serikat kemarin malam membuat emas mampu kembali naik. ADP melaporkan penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian pada November sebanyak 103.000 orang, jauh lebih rendah dari forecast di Trading Central 125.000 orang dan bulan sebelumnya 106.000 orang.

“Data ini bisa memberikan gambaran pasar tenaga kerja AS yang sedang melemah, sekaligus memproyeksikan data yang dirilis oleh pemerintah Jumat nanti,” papar Monex dalam riset harian, Kamis (7/12/2023).

The Fed menggunakan data pasar tenaga kerja sebagai salah satu acuan menentukan suku bunga, pasar tenaga kerja yang lemah berarti peluang suku bunga dipangkas pada Maret 2024 semakin besar.

“Hal tersebut menjadi sentimen positif bagi harga emas pada perdagangan sesi Asia hari ini,” tambah Monex.

Sementara itu, arah lebih lanjut bisa datang dari data non-farm payrolls AS yang akan dirilis pada hari Jumat, menjelang pertemuan kebijakan bank sentral AS minggu depan.

“Pedagang emas dan perak tidak bisa berbuat apa-apa, dan laporan gaji pada hari Jumat ini dapat memicu kebakaran. Meskipun kami memperkirakan hambatan makro akan membebani posisi short logam mulia dalam jangka menengah, kondisi saat ini sudah siap untuk ditekan,” kata analis di TD Securities dalam sebuah catatan.

Para pedagang memperkirakan kemungkinan 60% penurunan suku bunga pada bulan Maret tahun depan, menurut FedWatch Tool CME.

Arus masuk safe-haven yang didorong oleh perang di Ukraina dan Timur Tengah, ditambah dengan spekulasi penurunan suku bunga, telah mendorong kenaikan harga emas batangan lebih dari 10%. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas dengan imbal hasil nol lebih menarik dibandingkan aset pesaing seperti obligasi dan dolar.

“Antisipasi pelonggaran moneter adalah pendorong terbesar emas saat ini dan harga akan bergerak lebih tinggi di tahun depan,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. “Geopolitik dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan harga emas, untuk sisa tahun ini dan tahun depan,” katanya.

Sementara harga perak terpantau turun 0,9% menjadi US$23,92 per ounce, Adapun harga platinum turun 1% menjadi US$890,35, keduanya turun untuk sesi ketiga berturut-turut. Paladium naik 1,3% menjadi $946,31, menghentikan penurunan enam sesi berturut-turut dari level terendah lima tahun di sesi terakhir.

Data tenaga kerja AS yang lemah menunjukkan bahwa perekonomian AS sedang melambat. Hal ini dapat meningkatkan peluang The Fed untuk memangkas suku bunga pada Maret 2024. Spekulasi penurunan suku bunga AS juga dapat mendorong investor untuk mencari aset safe-haven seperti emas. Sementara itu, perang di Ukraina dan Timur Tengah juga dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Dapatkan Prediksi Skor Bola Setiap Harinya GRATIS!! Melalui Google News. Ikuti Ya !!