Advertisement :
Bisnis

Harga Emas Hari Ini 8 Januari 2024, Waspada US Dolar

×

Harga Emas Hari Ini 8 Januari 2024, Waspada US Dolar

Sebarkan artikel ini

AYOBADUNG.COM – Harga Emas Hari Ini 8 Januari 2024, Waspada US Dolar – Di tengah gelombang ekonomi global yang terus bergulir, harga emas menjadi topik hangat yang senantiasa menarik perhatian para investor dan analis pasar. Pada hari Senin, 8 Januari 2024, kita menyaksikan sebuah fenomena menarik dalam dunia perdagangan emas. Pada penutupan pekan lalu, harga emas berhasil bertahan di atas level prestisius US$2.000 per ounce, sebuah angka yang menandakan stabilitas dan kepercayaan investor terhadap logam mulia ini.

Pada perdagangan Jumat, 5 Januari 2024, harga emas di pasar spot mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,1%, menetap di angka US$2,044.21 per ounce. Ini terjadi setelah sebuah sesi penuh ketegangan, di mana harga sempat turun dan kemudian naik sekitar 1%. Namun, secara keseluruhan, harga emas tercatat turun hampir 1% selama minggu tersebut. Sementara itu, emas berjangka di Amerika Serikat mayoritas ditutup tanpa perubahan signifikan, berada pada level US$2,049.80.

Fenomena ini terjadi di tengah latar belakang ekonomi yang kompleks, terutama di Amerika Serikat. Di satu sisi, data ekonomi AS yang beragam memberikan dorongan bagi harga emas. Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury memberikan tekanan. Sebagai akibatnya, emas batangan diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan pertamanya dalam empat minggu.

Dari sisi tenaga kerja, data resmi menunjukkan bahwa pengusaha AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari perkiraan pada bulan Desember. Namun, data terpisah dari Institute for Supply Management (ISM) mengindikasikan perlambatan signifikan dalam sektor jasa AS pada bulan yang sama. David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, mengutip “pertama, data upah nonpertanian (nonfarm payrolls) lebih kuat dari perkiraan, sehingga kami melihat adanya tekanan terhadap emas. Namun, setelah itu kami menerima beberapa data ISM yang lebih lemah dari perkiraan dan sebagai hasilnya kami telah melihat perubahan tren.”

Keadaan ini diperumit oleh dinamika suku bunga yang diatur oleh Federal Reserve AS. Menurut Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, “Dengan Federal Reserve AS yang beralih ke arah penurunan suku bunga, kami melihat permainan tebak-tebakan sehubungan dengan jumlah penurunan suku bunga yang akan menjadi pendorong utama volatilitas dalam beberapa bulan ke depan.” Pasar saat ini mengharapkan peluang sekitar 67% untuk penurunan suku bunga Fed pada bulan Maret, menurut alat CME FedWatch. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mengurangi biaya kesempatan (opportunity cost) memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dari sisi fisik, kita melihat dinamika yang berbeda. Di India, salah satu konsumen utama emas, terjadi peningkatan pembelian emas karena harga domestik turun kembali dari rekor tertingginya. Sementara itu, harga perak juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,8% menjadi US$23,17 per ounce pada perdagangan Jumat. Namun, perak bersiap untuk penurunan mingguan kedua. Platinum, di sisi lain, naik 0,5% menjadi US$961,53, namun menuju minggu terburuk dalam delapan minggu. Adapun paladium, turun 0,9% ke level terendah tiga minggu di $1,027.11, menandai penurunan sesi kesembilan berturut-turut dan turun 6,4% sepanjang pekan lalu.

Keadaan ini menunjukkan betapa kompleks dan multifasetnya pasar emas. Faktor-faktor seperti kebijakan suku bunga, data ekonomi, dinamika mata uang, dan permintaan fisik dari konsumen utama bermain dalam harmoni yang rumit, saling berinteraksi untuk membentuk harga emas. Sebagai aset yang sering dianggap sebagai “safe haven”, emas terus menjadi topik yang menarik dan penting untuk diperhatikan, tidak hanya oleh investor dan pelaku pasar, tapi juga oleh mereka yang tertarik pada ekonomi global secara umum.

Dapatkan Prediksi Skor Bola Setiap Harinya GRATIS!! Melalui Google News. Ikuti Ya !!