Advertisement :
Bisnis

Harga Emas Hari Ini 23 Januari 2024, Harga Emas Turun 0,5%

×

Harga Emas Hari Ini 23 Januari 2024, Harga Emas Turun 0,5%

Sebarkan artikel ini

AYOBADUNG.COM – Harga Emas Hari Ini 23 Januari 2024, Harga Emas Turun 0,5% –  Harga emas batangan dunia turun 0,5% pada Selasa (23/1/2024), setelah investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga AS pada akhir Maret.

Pada pukul 10:00 WIB, harga emas spot turun menjadi US$2.020,09 per ons, dari posisi penutupan sebelumnya di US$2.027,79 per ons. Emas berjangka AS turun 0,3% menjadi US$2.022,20 per ons.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, mengatakan bahwa penjualan teknis dan reli di pasar saham kemungkinan merupakan dua faktor utama yang membatasi minat beli di pasar emas dan perak.

“Kami memiliki data ekonomi AS yang lebih baik akhir-akhir ini, yang menunjukkan bahwa The Fed mungkin harus menunda penurunan suku bunga lebih lama,” kata Wyckoff.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan. Emas dianggap sebagai aset safe-haven yang dapat dibeli ketika investor khawatir tentang kondisi ekonomi.

Emas turun sekitar 1% minggu lalu, penurunan mingguan terbesar dalam enam minggu terakhir, setelah Federal Reserve AS mengatakan perlu melihat lebih banyak data inflasi sebelum penilaian penurunan suku bunga dapat dilakukan dan bahwa dasar pemotongan dimulai pada kuartal ketiga.

Para pedagang memperkirakan kemungkinan sebesar 41,6% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya pada bulan Maret, menurut CME Fed Watch Tool, dibandingkan dengan lebih dari 70% pada awal minggu lalu.

Investor sedang menunggu laporan awal PMI AS pada hari Rabu, perkiraan PDB awal kuartal keempat yang akan dirilis pada hari Kamis dan data pengeluaran konsumsi pribadi pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai suku bunga.

Sementara itu, harga perak di pasar spot turun 2,1% menjadi US$22,13 per ons, platinum turun 0,7% menjadi US$892,89 dan paladium turun 1% menjadi US$936,69.

Meskipun harga emas turun pada hari Selasa, analis melihat potensi kenaikan harga emas dalam waktu dekat.”Harga emas masih berada di atas level US$2.000 per ons, yang menunjukkan bahwa permintaan masih cukup kuat,” kata Wyckoff.

Ia menambahkan bahwa investor masih akan memperhatikan data ekonomi AS, termasuk inflasi, untuk menentukan langkah selanjutnya The Fed. Jika inflasi terus meningkat, The Fed mungkin akan lebih agresif dalam menaikkan suku bunga, yang dapat mendorong harga emas naik.

Dapatkan Prediksi Skor Bola Setiap Harinya GRATIS!! Melalui Google News. Ikuti Ya !!